Diduga Pengadaan Fingerprint 2018 Sekolah di Boltim ‘Bau’ Mark Up

0

TOPIKBMR.CO BOLTIM-Pengadaan Fingerprint (absen sidik jari) tahun 2018 di sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, diduga harganya dimark up.

Menurut salah satu guru berinisial HM, harga yang dibayar ke pihak ke tiga Rp2,9 juta. Pada hal harga barang tersebut tidak seperti itu.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena pihak ketiga ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Boltim,” ungkap HM, Rabu (9/10)

Lanjutnya juga, harga fingerprint terlalu tinggi yang diberikan, pada hal hasil pengecekan di online berkisar sekitar Rp1 jutaan lebih dengan tipe solution X105.

“Pembayaran fingerprint diambil dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018. Pada hal fingerprint ini sebelumnya sudah ada pengadaan 2017. Namun dibeli kembali,” ungkapnya

Terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Boltim Meike Mamahit mengatakan, memang pengadaan fingerprint 2018, saat dilakukan pemeriksaan oleh tim diangkat adanya mark up harga.

“Kami temukan adanya mark up harga dalam pengadaan fingerprint di sekolah dasar,” ujarnya

Lanjutnya, temuan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh sebagian sekolah. Dengan menyetor kepada negara.

“Namun masih ada sekolah belum menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut,” terangnya

Kepala Dinas Pendidikan, Yusri Damopolii mengatakan, pengadaan fingerprint diberikan ke pihak ketiga. “Sekolah menganggarkannya dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) lewat dana BOS,” bebernya

Lanjutnya, masalah mark up harga, tidak ada, karena pembelian sesuai dengan yang harga dicek di Kotamobagu.

“Saya rasa harganya sudah sesuai termasuk ongkos kirim dan pajak,” tutupnya. (Iki)

Leave A Reply

Your email address will not be published.