Anggarkan Rp 307 Juta, Pemdes Bangunan Wuwuk Timur Bangun Jalan Usaha Tani

0

topikbmr.co BOLTIM – Guna meningkatkan sektor pertanian serta mendorong perekonomian masyarakat. Desa Bangunan Wuwuk Timur Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Boltim, saat ini tengah memacu pembangunan jalan pertanian.

Pembangunan jalan usaha tani ini berada di dusun I,  menggunakan dana desa (Dandes) dengan anggaran sebesar Rp. 307.025.407,50. Lebar jalan 5 meter dan panjang 116 meter.

” Pembangunan jalan produksi atau jalan usaha tani,serta perawatan jalan desa menjadi prioritas saya tiap tahunnya” ujar Kepala Desa Bangunan Wuwuk Timur, Wely Rompas ST, Rabu,(4/9/2019), saat ditemui dilokasi kegiatan.

Dikatakan Wely, pembangunan jalan usaha tani dan jalan produksi sangat berdampak bagi petani terutama dalam memudahkan petani beraktivitas.

” Pembangunan ini, nanti akan memudahkan akses petani menuju lokasi pertanian. Selain itu juga berdampak pada perkembangan sektor pertanian di wilayah Bangunan Wuwuk Timur, “ungkapnya.

“Program seperti ini sangat berperan penting. Karena, jika pertanian berkembang, peningkatan di sektor ekonomi masyarakat juga pasti berkembang,” tandasnya

Desa Bangunan Wuwuk Timur merupakan wilayah yang cukup potensial dengan sektor pertanian. Dimana tanaman Padi menjadi komoditi unggulan para petani.

Ditambahkan, pengembangan luas wilayah pertanian di desa Bangunan Wuwuk Timur beberapa tahun ini terbilang cukup lamban. Sebab, minimnya akses atau fasilitas dasar terutama jalan, membuat pertanian tidak maksimal, hingga petani enggan membuka atau menambah lahan pertanian baru.

“ Sebelumnya, Jika musim penghujan, kendaraan roda dua milik petani tidak bisa melintasi jalan tersebut. Hal ini mengakibatkan banyak lahan yang sengaja dibiarkan karena sulitnya akses menuju ke lokasi. Tapi sekarang, petani tidak lagi kesulitan, setelah Pemdes membangun akses jalan pertanian. Untuk itu setiap tahun, akan kita programkan hingga masyarakat akan lebih mudah dalam mengembangkan sektor pertanian,” jelasnya.

Selain akses jalan, salah satu hal yang mendasar dan selalu menjadi persoalan petani adalah belum maksimalnya pemasaran hasil pertanian, seperti padi maupun yang lainya. Kalaupun ada, harganya jauh lebih rendah dari yang diharapkan.

“Ini masalah klasik sebenarnya, dan sampai saat ini saya kira masih belum ada solusi yang benar-benar membuat petani merasa puas,”ungkap Wely.

Ditambahkan Kaur PerencanaanTerry Rori, jalan usaha tani tersebut sangat di butuhkan guna memperlancar aktivitas masyarakat dalam bertani.Hal itu dilakukan untuk memberikan fasilitas mobilisasi kepada masyarakat agar mudah dilalui.

” Jalan yang biasa digunakan masyarakat cenderung menyulitkan karena belum memiliki akses yang memadai,”tandasnya. (Ndet)

Leave A Reply

Your email address will not be published.