Pemkot dan Dekot Rakor Soal Pengembangan Pasar di Kotamobagu

0

TopikBMR,KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu bersama Komisi II DPRD Kotamobagu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka pengelolaan dan pengembangan pasar yang ada di Kotamobagu yakni, Pasar 23 Maret, Pasar Genggulang dan Pasar Poyowa Kecil. Pertemuan tersebut digelar di aula Bappelitbangda, Selasa (21/1).

Ketua Komisi II DPRD Kotamobagu, Jusran Debby Mokolanut mengatakan, pertemuan ini dilakukan agar fungsi pasar itu terintegrasi dan pendekatannya terintegrasi dari semua sektor.

“Makanya tadi diundang 10 OPD supaya masalah-masalah yang dihadapi di pasar itu bisa kita tahu dan bisa kita carikan konsep untuk mencarikan solusi. Kemudian kita menginginkan ada perubahan paradigma serta perilaku soal penanganan, pengelolaan dan pengembangan pasar, baik dari pemerintah maupun dari warga pasar yakni pembeli dan penjual,” kata Jusran.

Politisi PKB ini juga menginginkan, agar seluruh persoalan persoalan pasar dalam tahun ini bisa dikeluarkan skema pengelolaannya dan secara bertahap pengelolaan dan pengembangannya itu action dilakukan.

“Jadi kita inginkan dari seluruh pasar di Kotamobagu ini adalah pasar itu adalah pasar yang bersih, tertib, aman yang pada akhirnya akan menjadi indah, baik dari sektor transportasi, dari kebersihan, keamanan dan ketertiban, kemudian produktivitas pasar itu sendiri maupun sifatnya kenyamanan dari para penjual,” ujarnya.

“Tadi banyak berkembang isu strategis termasuk produk produk lokal di Kotamobagu, kalau misalnya di pasar itu ada ivent atau ada gerai, maka produk produk lokal itu bisa kita konsentrasikan di pasar,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sande Dodo, menyambut positif inisiatif dari Komisi II DPRD Kotamobagu untuk mengundang seluruh stakeholder terutama Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Satpol PP dan instansi terkait dalam rangka memaksimalkan pasar 23 Maret, pasar Genggulang dan Pasar Poyowa Kecil.

“Untuk Pasar Poyowa Kecil sudah jalan walaupun belum maksimal. Tapi pasar Genggulang belum jalan. Nah itu yang kita tanya ke Kadis Perdagangan strateginya seperti apa. Itukan jalan sudah bagus. Cuma memang belum ada terminal di pasar itu untuk bongkar muat barito, ikan dan sayur. Nah kedepan itu harus ada. Dan tadi disampaikan oleh pak Kadis Perdagangan bahwa Pasar Genggulang segera akan dibuka, karena fasilitas sudah bagus, kemudian akses masuk sudah maksimal dengan dua jalur dan sudah ada penerangan jalan. Jadi tinggal tantangan dari kepala dinas perdagangan bagaimana pasar genggulang sudah mulai jalan,” ujar Sande.

Dirinya mengungkapkan, pertemuan tersebut juga mencari solusi supaya sumber PAD di pasar tertagih semua.

“Tahun kemarin PAD dari Dinas Perdagangan hanya 76 persen. Untuk itu pertemuan ini dalam rangka mencari solusi agar PAD itu bisa masuk semua, termasuk potensi PAD yang ada di ruko-ruko di Jalan Kartini. Dan kita minta bantuan dari Komisi II untuk menelusuri bersama terkait dengan HPL,” pungkas Sekda.

(Tri)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.